Selasa, 28 Oktober 2014

Penggunaan Metode Klos untuk Meningkatkan Kecepatan Efektif Membaca Siswa



Kebiasaan membaca bahasa Indonesia yang kurang baik berdampak negatif pada tingkat keterbacaan seseorang atau seorang siswa. Untuk mengatasi hal tersebut sangat dibutuhkan usaha dan kreatifitas guru. Penerapan metode Klos dalam pembelajaran membaca merupakan salah satu upaya memecahkan masalah tersebut. Tujuan penelitian tindakan kelas ini yaitu untuk meningkatkan Kecepatan Efektif Membaca (KEM) dengan menggunakan metode klos siswa kelas XI IPA 2 SMA Negeri 3 Sidoarjo. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan melalui tiga siklus. Sebelum siklus I dilaksanakan perlu adanya pra-tindakan untuk mengidentifikasi metode klos dan Kecepatan Efektif Membaca (KEM), kemudian dilaksanakan siklus I sebagai penerapan metode klos, siklus II sebagai implementasi pelaksanaan metode klos, dan siklus III sebagai tahap pemantapan.

Jumat, 13 Juni 2014

Penggunaan Metode Pembelajaran Koooperatif Model TPS untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kewirausahaan di SMK 2 Godean




Penggunaan metode pembelajaran yang tepat dapat membuahkan hasil yang optimal, seperti yang dilakukan oleh Murdani A.H dalam melakukan penelitian di SMK 2 Godean pada mata pelajaran Kewirausahaan. Penelitian yang dilakukan dengan penerapan pembelajaran koopertaif model Think Pair Share (TPS). Penelitian tindakan kelas ini menggunakan desain PTK model DDAER (Diagnosis, Design, Action And Observation, Evaluation, Reflection) yang dilakukan sebanyak dua siklus. Alur penelitian tindakan kelas terdiri dari Diagnosis masalah, Perancangan tindakan, Pelaksanaan Tindakan dan Observasi kejadian, Evaluasi, dan Refleksi. Data pada ranah kognitif diperoleh dengan menggunakan tes objektif pilihan ganda dan untuk memperoleh data pada ranah afektif dalam melihat keaktifan siswa menggunakan lembar observasi. Pada penelitian ini menggunakan teknik analisis data kuantitatif.

Sabtu, 10 Mei 2014

Meningkatkan Kemampuan Siswa Menyelesaikan Soal Kontekstual Pada Mata Pelajaran Matematika dengan Cooperative Learning



Pembelajaran matematika pada umumnya masih menggunakan pendekatan konvensional, dimana guru menyampaikan materi dengan metode ceramah, kemudian siswa mencatat materi dan mengerjakan soal-soal rutin. Terbiasanya siswa mengerjakan soal-soal rutin membuat siswa tidak dapat melihat bagaimana keterkaitan matematika secara langsung pada kehidupan sehari-hari yang mengakibatkan ketidaktertarikan siswa tersebut pada mata pelajaran matematika dan secara tidak langsung rendahnya sikap positif siswa terhadap mata pelajaran matematika, kurang aktifnya siswa mengikuti pembelajaran sehingga mengakibatkan rendahnya nilai siswa pada mata pelajaran matematika. Untuk itu perlu dilakukan suatu pendekatan pengajaran baru yang dapat menimbulkan ketertarikan siswa terhadap mata pelajaran matematika seperti ini.